Perbedaan Jenis Partisi MBR dan GPT

Perbedaan Jenis Partisi MBR dan GPT

Partisi pada hardisk dibedakan menjadi dua yaitu MBR dan GPT, dua partisi tersebut memiliki karrakteristik yang berbeda-beda. Pada komputer lama biasanya masih menggunakan partisi berjenis MBR.

Menurut Wikipedia, hardisk merupakan komponen perangkat keras yang menyimpan data sekunder dan berisi piringan magnetis. Hardisk diciptakan pertama kali oleh insinyur IBM, Reynold Johnson pada tahun 1956.

Jika kamu baru membeli sebuah laptop baru alangkah baiknya kamu mengecek dahulu partisi yang diganakan pada laptop tersebut. Karena saat kamu ingin merubah partisi tersebut dari MBR ke GPT, maka hardisk kamu akan kehilangan seluruh data yang terdapat pada hardisk tersebut.

Untuk mengatasi masalah tersebut alangkah baiknya kamu melakukan backup terhadap hardisk tersebut terlebih dahulu.

Nah berikut perbedaan jenis partisi hardisk GPT dan MBR, suapaya tahu mana partisi yang tepat untuk kamu gunakan di era saat ini.

MBR

MBR berasal dari singkatan dari kata Master Boot Record, partisi jenis ini pertama kali dibuat saat hardisk komputer pertama kali dilakukan partisi, atau bisa juga disebut dengan generasi pertama dari partisi hardisk.

Partisi jenis ini tergolong cukup lawas karena partisi ini dikenal sejak dari tahun 1983, namun tidak sedikit pula yang menggunakan partisi ini pada era saat ini.

Berikut karakteristik atau ciri dari partisi MBR :

  • 1. Kapasitas hardisk yang bisa digunakan hanya sampai dengan 2TB saja.
  • 2. Maksimum partisi yang bisa dibuat hanya 4 partisi.
  • 3. MBR harus mengorbankan satu partisi sebagai extended.
  • 4. Hanya sector pertama saja yang menyimpan informasi mengenai partisi.
  • 5. MBR dapat digunakan pada semua sitem operasi.
  • 6. Partisi MBR tidak bisa menggunakan boot UEFI.

GPT

Partisi GPT diluncurkan bersamaan dengan UEFI, dengan tujuan untuk menggantikan BIOS karena berguna untuk melengkapi kekurangan BIOS. GPT sendiri berasal dari singkatan GUID Partition Table.

Akan tetapi, komputer yang keluar pada akhir akhir ini sudah banyak yang menggunakan partisi dengan jenis ini, karena komputer jaman sekarang sekarng pasti menggunakan UEFI pada sistem bootingnya.

Partisi GPT dibuat dengan tujuan menggantikan MBR yang berguna untuk melengkapi kelemahan partisi MBR. Salah satunya GPT mengembangkan system pengelolaanya, dalam partisi ini informasi mengenai disk ditiru tidak hanya sekali bahkan sampai berkali kali.

Sehingga, saat hardisk mengalami corrupt kamu akan masih memiliki akses terhadap hardisk tersebut. Lain dengan partisi MBR, jika hardisk tersebut mengalami corrupt maka kamu tidak akan bisa mendapat akses terhadap hardisk tersebut.

Baca juga : Cara Mengatasi Blue Screen Windows 10 Dengan Mudah

Berikut karakteristik dari partisi jenis GPT :

1. Bisa menggunakan kapasitas hardisk sampai dengan 9,4 ZB, lain dengan MBR hanya 2TB.

2. Bisa menggunakan sampai dengan 128 partisi.

3. GPT tidak membutuhkan satu partisi extended lain dengan MBR yang membutuhkan partisi extended.

4. Informasi mengenai penyimpanan bisa dibackup lebih dari satu kali.

5. Hanya Sistem operasi tertentu yang bisa menggunakan partisi jenis ini.

6. Support booting menggunakan UEFI sehingga proses booting bisa lebih cepat.

Baca juga : Cara Mengatasi Casing Komputer Nyetrum Dengan Mudah

Nah, itulah perbedaan jenis partisi hardisk GPT dan MBR, kamu menggunakan partisi yang mana ? Alangkah baiknya kamu mengecek dahulu saat akan melakukan install ulang atau saat kondisi laptop baru. Jika kamu ingin mengubah dari partisi MBR ke GPT atau sebaliknya jangan lupa backup data terlebih dahulu, karena hardisk harus diformat total.

Norris Rahman Di dunia tidak ada orang yang bodoh. Semua dibekali dengan akal yang sama. Tergantung kita mau apa menggunakan akal tersebut.
Norris Rahman Di dunia tidak ada orang yang bodoh. Semua dibekali dengan akal yang sama. Tergantung kita mau apa menggunakan akal tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *